<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Omicron &#8211; Klinik An Nur</title>
	<atom:link href="https://annurlab.com/tag/omicron/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://annurlab.com</link>
	<description>Mitra Kesehatan Pendukung Kesuksesan Anda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jan 2022 07:32:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://annurlab.com/wp-content/uploads/2020/12/Logo-annur.png</url>
	<title>Omicron &#8211; Klinik An Nur</title>
	<link>https://annurlab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Penelitian: Varian Omicron Cenderung Serang Tenggorakan, Bukan Paru-paru</title>
		<link>https://annurlab.com/hasil-penelitian-varian-omicron-cenderung-serang-tenggorakan-bukan-paru-paru/</link>
					<comments>https://annurlab.com/hasil-penelitian-varian-omicron-cenderung-serang-tenggorakan-bukan-paru-paru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminofannur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2022 07:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Omicron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annurlab.com/?p=1583</guid>

					<description><![CDATA[Dari beberapa hasil studi yang dilakukan oleh peneliti-peneliti di luar negeri, terungkap bahwa varian baru Covid-19 yakni varian Omicron cenderung tidak merusak paru-paru. Penelitian yang menggunakan hewan sebagai sampel ini, justru menunjukkan banyak bukti bahwa Omicron lebih menginfeksi tenggorokan tidak seperti varian-varian sebelumnya yang lebih merusak paru-paru. Melansir dari laman Guardian, seorang profesor virologi di &#8230; <p class="link-more"><a href="https://annurlab.com/hasil-penelitian-varian-omicron-cenderung-serang-tenggorakan-bukan-paru-paru/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "Hasil Penelitian: Varian Omicron Cenderung Serang Tenggorakan, Bukan Paru-paru"</span></a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dari beberapa hasil studi yang dilakukan oleh peneliti-peneliti di luar negeri, terungkap bahwa varian baru Covid-19 yakni varian Omicron cenderung tidak merusak paru-paru.</p>



<p>Penelitian yang menggunakan hewan sebagai sampel ini, justru menunjukkan banyak bukti bahwa Omicron lebih menginfeksi tenggorokan tidak seperti varian-varian sebelumnya yang lebih merusak paru-paru.</p>



<p>Melansir dari laman Guardian, seorang profesor virologi di University College London, Deenan Pillay mengatakan bahwa varian Omicron berbeda dari varian lainnya yang sudah menyebar sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Hasil dari semua mutasi yang membuat Omicron berbeda dari varian sebelumnya adalah bahwa Omicron mungkin telah mengubah kemampuannya untuk menginfeksi berbagai jenis sel,&#8221;<br>ujarnya.</p>



<p>Lanjutnya, Omicron lebih bisa menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, atau sel-sel di tenggorokan.</p>



<p>&#8220;Jadi itu akan berkembang biak di sana lebih mudah daripada di sel-sel yang jauh di dalam paru-paru. Ini benar-benar awal tetapi studi menunjukkan arah yang sama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Jika virus menghasilkan lebih banyak sel di tenggorokan, maka itu membuatnya lebih mudah menular. Sebaliknya, virus yang menginfeksi jaringan paru-paru akan berpotensi lebih berbahaya tetapi kurang menular.</p>



<p>Selain itu dari percobaan lain yang menggunakan hewan sebagai sampelnya, salah satu peneliti, Prof James Stewart mengatakan bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah pada tikus.</p>



<p>Makalah dari penelitiannya bersama para ilmuwan lain juga menunjukkan, bahwa tikus yang terinfeksi Omicron kehilangan berat badan lebih sedikit, memiliki viral load (pengukuran jumlah virus) yang lebih rendah, dan mengalami pneumonia yang tidak terlalu parah.</p>



<p>&#8220;Ini salah satu bagian dari teka-teki. Model hewan menunjukkan bahwa penyakitnya tidak separah Delta dan virus asli Wuhan. Tampaknya dibersihkan lebih cepat dan hewan pulih lebih cepat, dan itu terkait dengan data klinis yang masuk,&#8221; tulis makalah itu.</p>



<p>&#8220;Indikasi awalnya adalah kabar baik, tapi itu bukan sinyal untuk lengah, karena jika Anda rentan secara klinis, konsekuensinya masih besar, ada kematian akibat Omikron. Tidak semua orang bisa melepas masker mereka dan berpesta.&#8221;</p>



<p>Penelitian di Hong Kong juga menunjukkan hasil serupa bahwa lebih sedikit infeksi Omikron yang menyerang paru-paru. Omicron memang mampu lolos dari kekebalan vaksin, namun kurang bisa memasuki sel di dalam paru-paru. <strong>***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://annurlab.com/hasil-penelitian-varian-omicron-cenderung-serang-tenggorakan-bukan-paru-paru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serba-serbi Virus Varian Omicron</title>
		<link>https://annurlab.com/serba-serbi-virus-varian-omicron/</link>
					<comments>https://annurlab.com/serba-serbi-virus-varian-omicron/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminofannur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2021 07:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Omicron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annurlab.com/?p=1569</guid>

					<description><![CDATA[Virus SARS-CoV-2 atau yang lebih sering disebut Covid-19 hingga kini masih terus bermutasi. Mutasi terbaru dan yang tengah banyak dibicarakan yakni varian Omicron yang muncul pertamakali di Afrika Selatan. Virus yang dinamakan B.1.1.529 Omicron ini, telah diklasifikasikan sebagai Variant of Concern (VOC) oleh WHO. Dari data yang diperoleh di Afrika Selatan, Omicron terindikasi menyebar jauh &#8230; <p class="link-more"><a href="https://annurlab.com/serba-serbi-virus-varian-omicron/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "Serba-serbi Virus Varian Omicron"</span></a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Virus SARS-CoV-2 atau yang lebih sering disebut Covid-19 hingga kini masih terus bermutasi.</p>



<p>Mutasi terbaru dan yang tengah banyak dibicarakan yakni varian Omicron yang muncul pertamakali di Afrika Selatan.</p>



<p>Virus yang dinamakan B.1.1.529 Omicron ini, telah diklasifikasikan sebagai Variant of Concern (VOC) oleh WHO.</p>



<p>Dari data yang diperoleh di Afrika Selatan, Omicron terindikasi menyebar jauh lebih cepat daripada jenis mutasi sebelumnya.</p>



<p>Namun hingga kini dampak buruk yang ditimbulkan terkait dengan keparahan penyakit ataupun peningkatan angka kematian akibat varian Omicron belum dapat disimpulkan.</p>



<h5 class="wp-block-heading">Penyebaran di Inonesia?</h5>



<p>Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut virus corona (Covid-19) varian omicron hingga saat ini masih belum ditemukan di Indonesia.</p>



<p>Hal ini disampaikannya sesuai dengan data yang berhasil dihimpun dari hasil tes yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>



<p>Kendati demikian, pemerintah akan terus waspada untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 tersebut.</p>



<p>&#8220;Sampai dengan hari ini berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kemenkes dari hasil genome sequencing yang terus dilakukan, tidak ditemukan adanya temuan kasus varian Omicron di Indonesia,&#8221; ujar Luhut saat konferensi pers, Selasa (14/12).</p>



<h5 class="wp-block-heading">Infeksi dan Penyebaran</h5>



<p><strong>• Seberapa mudah Omicron menyebar?</strong></p>



<p>Varian Omicron kemungkinan akan menyebar lebih mudah daripada virus SARS-CoV-2 asli dan seberapa mudah Omicron menyebar dibandingkan dengan Delta masih belum diketahui.</p>



<p><strong>• Akankah Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah?</strong></p>



<p>Lebih banyak data masih diperlukan untuk mengetahui apakah infeksi Omicron, dan terutama infeksi ulang dan infeksi terobosan pada orang yang sepenuhnya divaksinasi, menyebabkan penyakit atau kematian yang lebih parah daripada infeksi dengan varian lain.</p>



<p><strong>• Akankah vaksin bekerja melawan Omicron?</strong></p>



<p>Vaksin saat ini diharapkan dapat melindungi terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi dengan varian Omicron.</p>



<p>Namun, infeksi terobosan pada orang yang sepenuhnya divaksinasi kemungkinan akan terjadi. Dengan varian lain, seperti Delta, vaksin tetap efektif dalam mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian. Munculnya Omicron baru-baru ini lebih lanjut menekankan pentingnya vaksinasi dan booster.</p>



<p><strong>• Akankah perawatan bekerja melawan Omicron?</strong></p>



<p>Para ilmuwan sedang bekerja untuk menentukan seberapa baik perawatan yang ada untuk Covid-19 bekerja. Berdasarkan perubahan susunan genetik Omicron, beberapa perawatan cenderung tetap efektif sementara yang lain mungkin kurang efektif.</p>



<p><strong>***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://annurlab.com/serba-serbi-virus-varian-omicron/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
